Waktu bagaikan sebilah pedang Berjalan sesuai garisnya Berputar, berdetak Tanpa ampun terus menggilas Ia takkan mengasihi, takkan menunggu Seperti maut menjumpai jiwa Tuk melupankanmu, permainkanmu Dengan manis cerita dunia Lembaran kisah hidup ini segera usang Menjadi kenangan Pahit, manis, gelap dan terangnya Kan menjadi cerita wahai waktu... Waktu terkadang terasa berlari Atau merangkak begitu lambat Yang pasti dia tak akan pernah berhenti Terus meninggalkan yang masih tergagap Ia takkan mengasihi,takkan menunggu Seperti maut menjumpai jiwa Kan melupakanmu, permainkanmu Dengan manis cerita dunia Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati? Mata tak melihat, mulut tak berucap, Telinga hanya mendengar tangis Aaaa....aaaa...Haa..haaa..haa... Waktu kadang terasa berlari Atau merangkak begitu lambat Yang pasti dia tak akan pernah berhenti Terus meninggalkan yang masih tergagap Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati Mata tak melihat, mulut tak berucap Telinga hanya mendengar tangis Jika waktu hidupku kan berhenti Apakah sadar dunia tlah mati Mata tak melihat, mulut tak berucap Telinga hanya mendengar tangis