Kau sang abominasi,
Lahir untuk menyebarkan firman monoteis.
Tubuhnya berekontruksi oleh sifat jati diri-Mu,
Untuk selamatkan kaum terpilih di hikayat membrannya.
"Aku moses pembunuh, permusuhan kepadaku menjadi nyata !!!
Dalam pemberontakan asas adalah kemanusiaan, tapi tipu syaitan abadi !!!"
Raganya kini tergambar membran monoteis
Mengenggam kayu tak bertuah
Diberikannya zat berjuta bentuk dan bercahaya
Dipanggilnya diatas thur' sina
Ketidaktakutan kematian yang dipegang oleh-Nya
"Aku mengganggu kelangsungan leluhurmu,
Dan menentang kata-kata yang diucapkan dari mulutnya.
Aku Juga menyangkal keabsolutan dirimu,
Sebagaimana Ia sebut kekufuran yang profan atas-Nya."
Sang pariah bertanya "siapa tuhanmu?"
Dia-lah Tuhan sekalian, berkuasa atas segalanya
Sang pariah betanya "siapa tuhanmu?
Dia-lah yang kusebut, lantahlah atas azabnya
Genosida celaka
Membran Monoteis
Telah rusak hagemoni,
Pariah tetap memungkiri bukti nyata.
Rasa dengki dan benci teretalasi di raut sang genosida,
Kerahkan ahli nujum demi menandingi zat tak tertandingi.
{Asy-Syu'ara : 45 ~ 48 }
Hatinya kini terkunci dengan inti petaka
Berkata murka terhadap mereka,
"jagal salib serta bagi yang mengkhianatiku"
Mereka acuh dan percaya bahwa,
"hukummu berlaku hanya di dunia, kekal abadi menanti kami"